SERBA SERBI PEMERIKSAAN KETON

Ketosis adalah keadaan metabolik dimana hati memecah lemak untuk menghasilkan keton.  Ada tiga cara utama untuk mengukur keton dalam tubuh:

  • Pemeriksaan irin.
  • Pemeriksaan napas.
  • Pemeriksaan melalui darah.

 

Pemeriksaan Urin

Merupakan cara termudah dan termurah untuk mengukur kondisi ketosis. Keton adalah hasil akhir dari metabolisme lemak. Di dalam tubuh lemak di pecah menjadi asam lemak hingga senyawa kimia terkecil yaitu keton. Keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam ß-hidroksibutirat. Pemeriksaan ini mengukur acetoacetate dalam urin, yang merupakan keton yang tidak terpakai oleh tubuh. Ketika semakin dalam ketosis dan tubuh beradaptasi, tubuh juga akan menjadi lebih optimal dalam produksi keton.

Pemeriksaan ini menggunakan stick yang direndam dalam air seni selama beberapa detik, dan dalam waktu 10-15 detik Anda akan melihat perubahan warna pada strip (jika Anda dalam ketosis).  Warna biasanya diukur dalam warna merah: merah muda muda yang rendah dalam produksi keton dan ungu gelap yang paling tinggi dalam produksi keton.

 

Warna ungu tua dapat terjadi pada saat baru menjalani diet keto. Apabila telah menjalani diet keto selama berbulan-bulan, mungkin warna yang terlihat menjadi lebih terang. Tidak perlu khawatir karena hal ini menunjukkan bahwa tubuh menjadi lebih efisien dalam memproduksi keton. Bagi yang menjalani diet ketogenik untuk waktu yang lama, pemeriksaan ini dapat memberikan hasil negatif palsu.

Kelebihan dari mengukur ketosis dengan urin adalah bahwa murah dan biasanya sangat mudah ditemukan.

Kelemahan dari pemeriksaan ini adalah akurasi. Pemeriksaan ini dapat menjadi tidak akurat jika Anda sudah berada dalam ketosis untuk waktu yang lama, stik juga dapat memberikan hasil yang bervariasi berdasarkan status hidrasi tubuh. Jika terhidrasi (minum) dengan baik, sering kali stik akan membaca warna yang jauh lebih terang dibandingkan saat mengalami dehidrasi.

 

Pemeriksaan Pernapasan

Apabila pemeriksaan urin mendeteksi kadar acetoacetate, amaka pemeriksaan melalui pernapasan mendeteksi kadar dari aseton. Sebagai hasil dari aseton yang terlepas, bau napas berubah ketika memasuki fase ketosis. Anda dapat mengukur aseton pada napas Anda menggunakan monitor napas, seperti ketonix meter, yang mengukur seberapa banyak keton yang dihembuskan ke napas. Biasanya, pembacaan antara 40 dan 80 menunjukkan seseorang berada dalam ketosis. Harga yang mahal adalah salah satu kelemahan untuk pemeriksaan melalui napas. Tes pernapasan dianggap kurang akurat dibandingkan pemeriksaan melalui darah atau urin, tetapi tes ini dapat menjadi alternatif bagi seseorang yang memiliki masalah dengan status hidrasi atau takut jarum.

 

Pemeriksaan melalui Darah

Kenaikan kadar keton pertama kali akan tampak pada darah. Sehingga mengukur keton darah adalah yang paling akurat. Saat ini sudah tersedia alat pengukur keton darah yang mirip dengan alat pengukur glukosa. Bahkan ada alat 2in1 yang bisa mengukur keton dan glukosa. Menggunakan alat ukut ini cukup praktis dan kita bisa mengetahui level keton kita secara presisi, karena dapat menunjukkan angka-nya secara langsung. Tubuh biasanya dalam kondisi ketosis ketika ukuran meter keton darah berada di antara 0,5 dan 3 mml/L.

Metode pengujian mirip dengan bagaimana orang-orang dengan diabetes menguji kadar glukosa darah. Dibutuhkan hanya setetes darah dari jari yang diletakkan pada strip pengujian dan meteran darah mendeteksi kadar keton darah.Mengukur kadar keton dalam aliran darah memberikan hasil tes yang paling handal karena menghilangkan faktor-faktor bias seperti ststus hidrasi, konsumsi makanan, atau keto-adaptasi ketika seseorang berada dalam ketosis untuk jangka waktu yang lama.

 

 

Leave a Comment

0

Start typing and press Enter to search